Teman Setia Bunda

 16 - HMP Agustus, 16 - Hompimpah, Keluarga Kita

50“Malaikat akan selalu mengawasi amal baik dan buruk kita”

“Assalamualaikum, Bunda!” seru Hasan sambil mengetuk pintu.

“Waalaikumsalam,”Jawab Bunda sambil membuka pintu untuk Hasan yang baru saja pulang sekolah.

Hasan langsung masuk dan menuju ruang makan seperti biasanya. Bunda sudah menyiapkan menu sayur asam dengan lauk telur ceplok kesukaan Hasan.

“Ayo, cuci tangan dulu sebelum makan,” ucap Bunda mengingatkan Hasan yang sering lupa mencuci tangan sebelum makan.

Hasan langsung menuju toilet untuk mencuci tangan dengan sabun sampai bersih. Supaya kuman-kuman yang menempel di tangan saat berada di luar rumah bisa mati dan tidak mengganggu kesehatan Hasan.

“Bismillah!” ucap Hasan sebelum memulai makan siangnya.

“Dek Erlina kemana, Bunda?”

“Erlina ikut Pakde Dody pergi jalan-jalan,”

“Berarti Bunda dari tadi sendirian di rumah?”

“Hahahaha, enggak kok, Hasan,” jawab Bunda.

“Terus, Bunda ditemani siapa? Biasanya di rumah kan cuma ada Bunda dan Erlina kalau siang?” tanya Hasan penasaran.

“Siapa yang bilang kalau setiap hari Bunda di rumah hanya dengan Erlina?”

“Terus, Bunda sama siapa lagi? Atau….?”

“Atau apa?”

“Atau sebenarnya selama ini di rumah kita ada Pak Satpam yang bertugas menjaga ya, Bun? Dimana Pak satpamnya sekarang, Bun?” selidik Hasan yang semakin pensaran.

“Hahahaha…” Bunda yang mendengar pertanyaan Hasan hanya bisa menjawab dengan tertawa.

“Kok Bunda malah tertawa?”

“Pertanyaan Hasan lucu sih,”

“Lucu apanya, Bunda? Kan Bunda sendiri yang bilang kalau selama ini Bunda di rumah tidak hanya dengan Erlina, berarti ada orang lain kan?”

“Kalau tidak hanya dengan Erlina bukan berarti Bunda ditemani orang lain,” jawab Bunda yang membuat Hasan semakin penasaran.

“Terus, berarti Bunda sama hantu?”

“Hantu? Hahaha, Hasan, Hasan, masih saja percaya sama Hantu,” jawab Bunda yang membuat Hasan semakin bertanya-tanya.

“Terus, selama ini Bunda sama siapa?”

“Selama ini Bunda ditemani Raqib dan Atid! Mereka sangat setia menemani Bunda kemana pun Bunda pergi. Bahkan saat Bunda tidur mereka juga tidak pernah tidur dan selalu mengawasi Bunda,” jawab Bunda yang sepertinya belum membuat Hasan lega.

“Mereka siapa, Bunda? Siapa yang menyuruh mereka untuk mengawasi dan menjaga Bunda?”

“Mereka adalah Malaikat Allah. Mereka melakukan itu semua karena diperintah oleh Allah. Dan bukan hanya Bunda yang diawasi. Semua manusia diawasi oleh Raqib dan Atid. Raqib bertugas untuk mencatat seluruh kebaikan dan Atid mencatat seluruh keburukan yang kita lakukan tanpa terkecuali,”

“Wah, berarti malaikat itu benar-benar ada ya, Bunda?”

“Iya. Malaikat itu benar-benar ada dan selalu patuh pada perintah Allah. Tidak pernah sekalipun mereka melanggar perintah Allah,”

“Berarti mereka tidak pernah tidur, ya?”

“Ya, mereka memang tidak pernah tidur karena mereka ingin benar-benar taat kepada Allah,”

“Wah, keren ya, Bun! Oh ya, apakah Malaikat hanya ada dua saja?” tanya Hasan yang mulai tertarik untuk mengetahui tentang Malaikat.

“Malaikat jumlahnya sangat banyak sekali. Tapi, setidaknya kita wajib untuk mengetahui sepuluh nama malaikat beserta tugas masing-masing,”

“Siapa saja nama Malaikat yang harus kita ketahui beserta tugasnya, Bunda?”

Bunda pun menjelaskan satu persatu. Mulai Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu. Mikail yang bertugas menurunkan rezeki. Israfil yang meniup sangkakala di hari kiamat nanti. Izrail yang bertugas mencabut nyawa setiap manusia yang telah tiba waktunya. Munkar dan Nakir yang bertugas mengajukan pertanyaan saat di alam kubur. Raqib yang mencatat amal kebaikan. Atid yang mencatat segala amal keburukan. Ridwan yang menjaga pintu surga. Hingga Malik yang menjaga pintu neraka.

“Oh, begitu ya, Bun. Baiklah, sekarang Hasan mengerti tentang Malaikat beserta tugasnya. Terima kasih, Bunda,” ucap Hasan yang sudah merasa lega karena pertanyaannya terjawab. [Hasan]

“Ada sepuluh nama Malaikat yang wajib kita ketahui beserta tugas-tugasnya”

banner 100x60

Author: 

Majalah Embun adalah majalah keluarga yang berada dalam institusi Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah (LAZiS Jateng). Sebagai majalah keluarga bahagia, Majalah Embun hadir sebagai penyejuk jiwa keluarga samara. Dengan tagline “Penyejuk Jiwa Keluarga Samara”, Majalah Embun berusaha untuk membersamai keluarga muslim, berbagi ilmu dan pengalaman, dan meraih kebahagiaan keluarga samara.

Related Posts

Leave a Reply