Saat Anak Asyik dengan TV dan Gadget  

 16 - Ayah Bunda, 16 - AYB September, Kolom Parenting

22Dalam kehidupan masyarakat saat ini, TV dan gadget sudah menjadi barang yang lumrah. Hampir setiap rumah memiliki TV dan gadget, sehingga seringkali orang tua-orang tua terlena. Anak-anak kecil yang belum bisa membedakan baik buruk, manfaat atau tidak manfaat sudah diperkenalkan pada TV dan gadget dengan alasan untuk memudahkan pengasuhan.

Pada awalnya, mungkin tak banyak masalah yang terjadi. Orang tua merasa mendapat manfaatkarena anak bisa duduk diam berjam-jam tanpa mengganggu aktifitas orang tua. Namun seiring waktu, masalah mulai muncul. Anak mulai terikat dan kecanduan menonton TV dan main gadget.

Menonton TV dan main gadget akan memberikan pengaruh, baik yang positif maupun negatif bagi anak. Positifnya, anak cepat mendapatkan informasi, anak bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Namun di sisi lain, terlalu banyak nonton TV akan menjadikan anak  pasif dan akhirnya menjadi malas dan kehilangan energi atau keinginan untuk melakukan kegiatan lainnya. Anak lebih senang diam, tidak banyak bergerak dan tidak bersosialisasi.

Apabila anak-anak menonton tayangan horor, film action atau film laga serta tayangan untuk orang dewasa, bisa jadi anak-anak akan meniru adegan-adegan tersebut, sehingga dapat membahayakan dirinya. Tayangan tersebut bisa juga menimbulkan trauma bagi anak, karena adanya adegan-adegan yang menakutkan. Anak yang menonton tv terlalu banyak, bisa memiliki nilai akademik lebih rendah karena dia lebih cenderung menonton tv daripada belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah.

Sementara gadget, bila digunakan sesuai dengan kebutuhan pengaruh positifnya adalah membantu beradaptasi perkembangan zaman. Namun demikian, jika gadget hanya digunakan untuk bermain game, melihat video, ia akan menimbulkan efek negatif bagi anak, seperti: anak cenderung pasif dan sedikit gerak. Bila ditambah dengan banyak ngemil, maka anak bisa mengalami obesitas. Anak jadi asosial karena tidak banyak berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Kecanduan bermain games juga bisa membuat anak sampai bolos sekolah, dan boros.

Nah, bagaimana bila anak terlanjur terlalu kecanduan TV dan gadget? Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi kecanduan TV dan gadget pada anak yang dapat dicoba.

  1. Ajak Anak Bermain di Luar Rumah

Ketika anak diajak bermain di luar rumah tanpa membawa gadget, maka anak akan teralihkan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Di luar rumah, anak dapat diarahkan untuk bermain bola, lompat tali, kelereng, atau yang lain yang lebih menyenangkan, dan in syaa Allah lebih pintar dan lebih sehat.

  1. Tetapkan Hari Bebas TV dan Gadget

Apabila belum dapat melakukan bebas TV dan gadget dalam sehari, dapat dilakukan secara berangsur-angsur dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit waktu penggunaan TV dan gadget pada anak. Dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit tersebut maka anak tidak terasa akan dapat meninggalkan TV dan gadget.

  1. Berilah Kesibukan yang Menarik

Masa anak-anak adalah masa yang banyak melakukan aktifitas. Oleh karena itu beri anak kesibukan yang lebih bermanfaat dan menarik. Dengan kegiatan yang menarik dan menyenagkan anak akan menjadi betah untuk menjalani aktivitasnya dan tidak terikat pada TV dan gadget.

  1. Ajak Anak Bersosialisasi

Bersosialisasi dengan teman-temannya dapat mengalihkan kebiasaan nonton TV dan bermain gadget pada anak karena anak akan lebih fokus untuk berinteraksi dengan teman-temannya untuk bermain.

  1. Berikan Reward

Reward dapat menjadi pemicu untuk keberhasilan sebuah rencana yang sudah dijalankan. Anak akan tergiur untuk memperolehnya apabila reward yang ditawarkan sangat bernilai dan menarik bagi mereka. Tawarkan selalu hal yang baru supaya reward tetap menarik.

  1. Jadilah Panutan

Anak adalah peniru yang ulung. Apa yang dilakukan oleh orang tua akan diikuti dengan baik oleh anak-anak. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua dapat menjadi panutan bagi Anak dalam hal menonton TV dan bermain gadget

  1. Jangan Berikan Gadget pribadi

Jangan berikan gadget pribadi kepada anak. Gunakan gadget bersama-sama anggota keluarga, sehingga kita mudah untuk memberikan batasan waktu penggunaannya. Dan pastikan orang tua bisa mengawasi anak saat menggunakan gadget.

  1. Konsisten dengan aturan

Orang tua harus selalu konsisten dalam melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan untuk mendapat hasil yang baik. Jangan berubah-ubah tergantung kondisi

  1. Berdoa

Dari semua usaha di atas, yang paling penting dalam menjalankan amanah sebagai orang tua adalah doa. Memohon bimbingan, petunjuk dan kekuatan, agar selalu istiqomah di jalan Allah, sehingga kita dapat melahirkan anak-anak yang berkualitas, dan memberi manfaat kepada sesama. Wallohu a’lam bishshowwab. [muthia]

banner 100x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply