Menebar Islam di Halaman Rumah

 16 - Kolom, Sudut Ruang

Oleh: Andika saputra

Halaman rumah bagi kebanyakan orang hanya dipandang secara fungsional ekologis sebagai ruang terbuka yang berfungsi untuk resapan air agar tidak terjadi banjir dan menjaga ketersediaan air tanah. Tidak salah, bahkan pandangan tersebut tepat di tengah krisis air tanah dan bencara banjir yang sudah menjadi menu wajib di kota-kota besar di Indonesia, bahkan dalam skala dunia. Jika menghayati nasihat Rasulullah SAW terkait dengan halaman rumah, fungsi halaman rumah tidak hanya yang telah saya sebutkan tadi, tetapi jauh lebih luas.
“Bersihkanlah halaman rumah kalian, karena sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak membersihkan halaman rumah mereka.” (diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani)
Dalam hadits di atas Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk membersihkan halaman rumahnya agar tidak menyerupai kalangan Yahudi. Saya tidak memiliki otoritas untuk mengkaji hadits tersebut dari perspektif syariat serta konsekuensinya secara teologi dan hukum. Cukuplah dari segi keruangan hadits Rasulullah di atas menjadi motivasi bagi setiap umat Islam untuk menjaga kebersihan halaman rumahnya.
Halaman rumah merupakan ruang yang cenderung tidak diperhatikan kebersihannya karena merupakan ruang luar yang tidak dihuni dan digunakan untuk berkegiatan sehari-hari oleh penghuni rumah. Selain itu dalam konteks kehidupan urban modern, sempitnya waktu yang dimiliki karena padatnya kegiatan di luar rumah menjadikan halaman rumah menempati prioritas terakhir untuk dibersihkan, kecuali bagi penghuni yang memiliki hobi berkebun atau dibantu oleh PRT untuk mengurusi kebersihan rumah setiap harinya.
Halaman rumah, terutama halaman yang berada di bagian depan rumah merupakan cerminan kualitas kepribadian penghuninya. Bagaikan wajah seseorang yang memberikan kesan pertama bagi orang lain yang menatapnya, begitulah halaman depan rumah yang memberikan kesan pertama bagi tetangga dan warga sekitar untuk menilai penghuni rumah berdasarkan kondisi halaman depan rumah yang diamatinya. Dari sudut pandang ini, perintah Rasulullah agar umat Islam menjaga kebersihan halaman rumahnya tidak lain untuk menjaga kehormatan penghuni rumah dari anggapan buruk lingkungan sosialnya. Terlebih jika penghuni dikenal sebagai pribadi yang memiliki komitmen dakwah, menjaga kebersihan halaman rumah, terutama halaman depan rumah adalah bentuk syiar Islam untuk menunjukkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kualitas kehidupan yang baik.
Di lihat dari sisi penghuni, menjaga kebersihan halaman rumah, terutama halaman depan adalah bentuk penghormatan penghuni rumah kepada tamu yang berkunjung karena halaman depan adalah ruang pertama yang dilalui tamu atau dilihat oleh tamu sebelum bertemu dengan penghuni rumah. Halaman depan rumah bagaikan karpet merah menyambut kedatangan tamu. Tamu yang disuguhi kondisi halaman depan yang bersih, asri dan menyejukkan akan mempengaruhi kondisi psikologisnya ketika bermuamalah bersama penghuni rumah karena merasa diperhatikan, dimuliakan dan disambut kedatangannya dengan kehadiran halaman depan yang menyenangkan lahir dan batinnya.
Dengan menghayati perintah Rasulullah SAW, menghadirkan dan menjaga kebersihan halaman rumah bagi seorang Muslim tidak saja dikarenakan fungsi ekologisnya sebagaimana yang telah dipahami secara luas, tapi juga fungsi psikologis untuk menjaga kehormatan penghuni rumah dan menyenangkan siapa pun yang melihatnya, fungsi sosial untuk merekatkan hubungan muamalah dan fungsi dakwah untuk menunjukkan nilai-nilai Islam di ruang publik sehingga akan terbentuk persepsi di tengah masyarakat luas yang mengidentikkan umat Islam dengan kepedulian lingkungan.
Menjaga kebersihan rumah tidak saja bermanfaat dalam skala rumah tangga maupun lingkungan sekitar hunian, tetapi juga berpengaruh terhadap skala yang lebih luas yakni skala kota. Bayangkan jika Indonesia yang mayoritasnya merupakan umat Islam berkomitmen mengamalkan perintah Rasulullah ini, niscaya kebersihan dalam skala kota akan terwujud yang akan berkorelasi positif terhadap tingkat kualitas kehidupan dan kualitas kesehatan penghuni kota yang semakin baik. Inilah solusi konkret yang dimiliiki Islam bagi kehidupan urban modern yang sarat dengan berbagai kerusakan yang bersifat multi dimensi. Dari perintah yang sederhana, yakni membersihkan halaman rumah, dapat menghadirkan kebaikan yang berlimpah.
Bagi umat Islam, urusan membersihkan halaman rumah dan menjaga kondisinya agar tetap asri, sehat bukanlah sepenuhnya perbuatan yang bernilai duniawi. Sebagai perintah dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, membersihkan halaman rumah tidak dapat dilepaskan dari muatan spiritualitas Islam. Sebagai hamba Allah, kegiatan membersihkan halaman rumah pada hakikatnya adalah bentuk ibadah kepada Allah jika ikhlas karena Allah dan berangkat dari kesadaran akan perintah dari Rasulullah. Dan sebagai wakil Allah, kegiatan tersebut adalah bentuk dakwah menebarkan rahmat Islam teruntuk semesta alam. [muthia]

banner 100x60

Author: 

Majalah Embun adalah majalah keluarga yang berada dalam institusi Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah (LAZiS Jateng). Sebagai majalah keluarga bahagia, Majalah Embun hadir sebagai penyejuk jiwa keluarga samara. Dengan tagline “Penyejuk Jiwa Keluarga Samara”, Majalah Embun berusaha untuk membersamai keluarga muslim, berbagi ilmu dan pengalaman, dan meraih kebahagiaan keluarga samara.

Related Posts

Leave a Reply