Kami Tidak Takut Kecanduan

 16 - Ayah Bunda, 16 - AYB September, Cerita Bunda

20Biasanya, kami membatasi waktu bermain gadget maksimal 2 jam.

Di era digital, manusia semakin bergantung pada teknologi. Kemudahan yang ditawarkan televisi dan gadget semakin membuat kita tak lepas dari kehidupan virtual. Tak heran penggunaannya yang masif di negeri ini, membuat anak-anak turut terkontaminasi. Mereka yang terlahir di generasi modern, mau tak mau merasa dituntut untuk turut merasakan manfaatnya. Nah, di sinilah orang tua perlu mewanti-wanti agar jangan sampai anak-anak terlanjur cinta pada gadget sehingga menimbulkan efek candu yang luar biasa. Agar jangan sampai terlanjur kecanduan, alangkah lebih baik mengupayakan upaya preventifnya. Bagaimana caranya?

Pendidikan yang Mendukung

Karena setiap anak dilahirkan dengan fitrahnya masing-masing, orang tua berkewajiban memenuhi standar pendidikan yang sesuai. Demikian halnya dengan keluarga kami. Sejak dini, saya dan suami menerapkan home education dengan tujuan pembentukan karakter terbaik bagi anak-anak. Pendidikan dini dengan basis fitrah dan akhlak ini, merupakan manifestasi kewajiban kami terhadap anak-anak dengan ciri khasnya masing-masing. Untuk itulah, kurikulum yang diterapkan menyesuaikan karakter dan kebutuhan setiap anak sesuai dengan frame home education. Adapun visi yang ingin kami raih tak lain adalah meminimalisir pemakaian gadget dengan cara merangsang kreativitas anak. Hasilnya, ketiga anak saya tumbuh dengan aktif dan kreatif, baik ketika bertiga saja maupun ketika berbaur dengan lingkungan. Karena bagi kami, aktivitas bermain merupakan sarana untuk menumbuhkan fitrah anak. Maka, sebagai orang tua, kami hanya memfasilitasi sembari memantau perkembangan mereka.

Hidup tanpa Televisi

Sebelumnya, kami pernah memiliki televisi. Sebagian aktivitas kami dihabiskan untuk menikmati tontonan televisi. Setelahnya, kami mengevaluasi bahwa ternyata kami tidak membutuhkannya. Karenanya, kemudian kami memilih untuk hidup tanpa televisi. Karena bagi kami, salah satu upaya untuk memaksimalkan potensi anak dalam beraktivitas adalah dengan meniadakan televisi di rumah. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa tayangan yang ditawarkan tidaklah kami butuhkan. Jika di rumah masih disediakan televisi, maka anak-anak pasti tak luput dari tontonan yang ditawarkan. Di sisi lain, meniadakan televisi merupakan salah satu bagian dari kurikulum home education mengingat di usianya kini, anak-anak lebih ditekankan pada pengembangan gagasan dan kegiatan. Kadang-kadang anak-anak masih menginginkan adanya televisi, namun kami tak henti untuk mengingatkan kembali. Sebagai alternatifnya, kebutuhan akan informasi dapat diperoleh dari sarana internet.

Upaya untuk Belajar

Karena meniadakan televisi, sebagai gantinya kami memilih bergantung pada internet ketika membutuhkan informasi terkini. Kami memfasilitasi rasa penasaran anak dengan meminjami mereka gadget. Mereka bisa bermain game atau update informasi melalui internet dengan pembatasan penggunaan. Karena belum memiliki handphone pribadi, saya dan suami sepakat untuk menentukan batas waktu pemakaian. Kesepakatan dilakukan untuk meminimalisir pemakaian yang disesuaikan dengan jumlah anak kami. Biasanya, kami membatasi waktu bermain gadget maksimal 2 jam. Sementara untuk keperluan mendaring informasi via internet, kebijakan yang diterapkan lebih fleksibel. Untuk menunjang kebutuhan akan hiburan yang berkualitas, kami menyediakan film dan video terkini, sehingga anak-anak tidak lagi terlintas keinginan untuk menonton televisi. Bahkan, kadang teman-teman mereka justru turut menonton bersama. Hasilnya, anak-anak malah lebih update karena diberi tanggung jawab untuk membaca dan mencari setiap harinya.

Upaya Melawan Kecanduan

Meski sudah dibatasi penggunaannya, terkadang anak-anak suka kebablasan dalam berinteraksi dengan gadget. Karena keasyikan bermain, terkadang mereka lupa dengan batasan yang diberikan. Namun, kami masih bersikap fleksibel selama itu mengandung pengaruh positif. Ada kondisi-kondisi tertentu di luar rutinitas yang membuat anak-anak membutuhkan gadget lebih lama dari biasanya. Misalnya, saat keadaan jenuh selama perjalanan jauh, saat berkumpul dengan saudara yang juga memegang gadget, dan lain sebagainya. Pada saat-saat seperti itu, kami lebih fleksibel. Namun, secara berkala kami mengevaluasi dan membuat komitmen bersama. Hasil dari evaluasi, terkadang kami sekadar mengingatkan atau memberi konsekuensi yang sepadan.

Kerja Sama yang Baik

Bagi saya media apapun, termasuk televisi dan gadget berpotensi memicu kecanduan. Potensi kecanduan dapat diatasi dengan manajemen yang baik dari orang tua. Peran ayah dan ibu adalah membimbing dan menuntun anak-anak. Pada prosesnya, orang tua juga perlu banyak belajar untuk bijaksana dalam memanajemen penggunaan gadget. Diperlukan trial and error dalam menjauhkan anak dari kecanduan teknologi. Karena, penggunaan gadget pada prinsipnya adalah menjadi fasilitas kami dan anak-anak dalam proses membangkitkan fitrah mereka. Maka, diperlukan kerjasama yang baik antara anak dan orang tua untuk menumbuhkan kesadaran mereka. [Erlina]

Diperlukan trial and error dalam menjauhkan anak dari kecanduan teknologi.

Tri Prastyanti. Seorang ibu dari 3 putra putri yang juga ibu rumah tangga dengan minat yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Kecintaan dengan dunia sosial, membuatnya temotivasi mendirikan Home Schooling Griya Qur’an sejak tahun 2012.

banner 100x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply