Bukan (Hijrah) Biasa  

 16 - Pra Nikah, 16 - PRN September, Muhasabah Kisah

43Namanya Julaibib, seorang sahabat yang memiliki ciri fisik kerdil dan pendek. Ia adalah seorang yang tersisih dari lingkungan. Tampilan fisik dan kesehariannya menjadikannya dijauhi oleh orang sekitarnya. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tanpa alas. Tiada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Bahkan saking memelasnya, Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam berupaya menjauhkan Julaibib.

Namun seburuk apapun kedudukan manusia di hadapan sesama, ketika Allah memberikan hidayah, maka tak ada yang tak mungkin. Demikian halnya dengan Julaibib. Seorang yang dihindari dan dicampakkan justru diberi rahmat-Nya. Julaibib menerima hidayah dengan keunggulan selalu berada di shaf depan dalam shalat maupun jihad. Meski, perlakuan orang-orang buruk terhadapnya, Rasulullah tetap memperhatikannya. Beliau menanyakan perihal pernikahan pada Julaibib. Terang saja, Julaibib merasa minder dengan kondisi dirinya. Siapa pula yang bersedia merelakan putrinya untuk menikah dengannya? Meski begitu, Julaibib tetap tersenyum tanpa penyesalan sedikit pun atas kemalangan nasibnya.

Hingga tiga kali berturut-turut Rasulullah tetap menanyakan pertanyaan serupa. Sampai akhirnya beliau membawa Julaibib ke rumah seorang pemimpin Anshor. Kedatangan Rasulullah disambut dengan hangat oleh pemilik rumah. Rasulullah bermaksud meminang putri keluarga tersebut untuk dinikahkan dengan Julaibib. Awalnya, mereka meragu mengingat kondisi Julaibib. Setelah suami dan istri berdebat sejenak, sang putri menjawab dari balik tirai bahwa ia bersedia menerima Julaibib, sebab ia tidak ingin menolak titah Rasulullah. Mereka pun menikah.

Julaibib, seorang yang dianggap remeh. Tidak punya harta, nasab, atau kedudukan mulia di mata manusia, namun ia memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Ketaatannya dalam beribadah dan berjihad di jalan Allah semata dilakukan dengan penuh keikhlasan. Keikhlasan itulah yang kemudian membawanya mendapatkan pasangan hidup terbaik. Seorang istri yang memiliki banyak kelebihan. Seorang istri yang bersedia menerima kekurangannya dengan dalih ketaatan kepada-Nya. Inilah hijrah Julaibib yang sebenarnya. Hijrah yang dilakukan tanpa menuntut imbalan di balik ketaatan yang diusahakan. [Erlina]

banner 100x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply