Berdamai dengan TV dan Gadget

 16 - Ayah Bunda, 16 - AYB September, Sudut Pandang

24“Memang sulit memutuskan anak kita dari dunia media digital di era kini, tapi bisa dikendalikan”

Perubahan era menunjukkan keunikannnya masing-masing terutama dengan adanya pergeseran budaya. Semisal budaya komunikasi. Untuk menyampaikan sebuah kabar bagi sanak saudara di era sembilan puluhan, surat yang diirim melalui pak pos masih menjadi primadona. Meskipun memakan waktu yang cukup lama, pengiriman surat memlalui pos ini sudah dianggap sebagai sarana paling efektif untuk berkomunikasi.

Seiring perkembangan zaman, budaya komunikasi dan penyebaran informasi ini pun berubah. Kabar berita yang biasanya hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu melalui koran, kini dalam sekejap sudah bisa ada dalam genggaman. Inilah era digital. Semua bentuk informasi dan komunikasi semakin cepat menyebar, terlepas dari baik-buruk atau benar-salahnya.

Perkembangan media digital ini secara langsung juga sangat mempengaruhi perilaku anak. Mulai pola bermain, pola belajar, dan berbagai bentuk pola perilaku keseharian. Dasar kesenangan anak yang dulu dapat diakses melalui perkumpulan dengan sebayanya, kini dapat didapatkan dari gadget melalui interaksi pasifnya. Apalagi, gadget saat ini sudah bukan barang mahal yang sangat mudah dimiliki oleh siapapun. Maka, tidak heran jika pada akhirnya banyak anak yang lahir di era digital ini memiliki pola perilaku yang sudah sangat berbeda dengan masa kita dahulu.

Berbagai macam kesenangan yang ditawarkan melalui media digital ini memang sangat menggiurkan. Apalagi, tidak diperlukan energi besar untuk mendapatkan kesenangan darinya. Pemilik barang digital ini bukan lagi satu atau dua orang, mayoritas masyarakat kita sudah memilikinya. Maka, barang digital ini seakan menjadi barang wajib bagi kita.

Adanya barang digital yang mendatangkan kesenangan ini sedikit banyak sudah cukup meresahkan orang tua. Banyak yang merasakan dampak negatif dari barang ini. Apalagi jika anak notabene mendapatkan kesenangan darinya menjadi ketergantungan dan membuat mereka jauh dengan realita di sekitarnya, terutama realita bahwa mereka hidup dalam lingkungan sosial. Bukan hanya dia dengan barang digital miliknya. Jika kesadaran semacam ini tidak dibangun sejak dini, maka kecanduan barang digital akan sangat sulit dihindari.

Bebas Gadget dan TV

Mengingat banyaknya dampak negatif yang dimunculkan oleh Gadget dan TV, banyak orang tua yang mulai menghindarkan anaknya dari barang digital ini. Sebenarnya hal semacam ini memang baik, namun harus segera diantisipasi kesenjangan informasi yang akan dialami anak kita dengan kebanyakan anak di luar yang sudah banyak terpapar dengan media digital.

Jika orang tua memutuskan untuk memutus hubungan anak dengan TV dan Gadget, maka harus dipersiapkan energi lebih untuk memberi jawaban pada pertanyaan sang anak yang pasti akan merasa berbeda dengan yang lain. Juga bentuk antisipasi jika anak-anak ternyata justru menikmati fasilitas Gadget dan TV dengan cara sembunyi-sembunyi.

Untuk itu, pilihan menghindarkan anak dari TV dan Gadget haruslah dipersiapkan sedini mungkin. Pendekatan dan penjagaan yang dilakukan juga harus konsisten. Kita harus membangun kesadarn anak sendiri akan bahaya Gadget dan TV yang dislahgunakan, bukan hanya memaksa anak untuk menghindarinya. Jika tidak, anak tetap saja akan terpapar dengan Gadget dan TV di luar rumah. Ketika kesadaran ini dimiliki, setidaknya anak dapat menjadi penjaga bagi diri sendiri.

 

Bukan Menghilangkan, Namun Menata Penggunaan

Kalaupun pilihan menghindarkan anak dengan TV atau gadget adalah hal yang sulit, kita masih bisa melakukan pengaturan penggunaan. Pembatasan waktu penggunaan saja, bukanlah peraturan yang cukup. Karena bisa saja anak menggunakan batasan waktu yang ada untuk memaksimalkan kesenangan yang di dapat.

Dlam pembuatan peraturan, tidak disarankan orang tua melakukan tuntutan secara mutlak kepada anak. Seperti melarang anak untuk menonton atau memainkan game tertentu tanpa memberikan penjelasan logis tentang larangan tersebut. Alangkah lebih bijak jika, orang tua dapat bersaing dengan kesenangan anak melalui bentuk persuasi. Seperti pengenalan tayangan ataupun game yang dirasa mampu mengembangkan kreativitas dan potensi anak. Tentu hal semacam ini sangat tidak mudah. Karena membutuhkan kesebaran dan ketekunan orang tua untuk terus melakukan pengenalan minat anak dan juga persuasi aktif.

Memanfaatkan Peluang

Berdamai dengan gadget dan TV nampaknya juga dapat menjadi pilihan menarik bagi orang tua. Media digital yang komunikatif akan sangat bermanfaat jika dapat dijadikan sebagai wahana belajar yang menyenangkan. Apalagi saat ini banyak juga software yang dikembangkan guna membantu anak untuk mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka saat ini. [Hasan]

“Berdamai dengan Gadget dapat dijadikan pilihan untuk memproteksi anak dari bahaya Gadget”

banner 100x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply